Demi Dewi adalah sebuah film drama yang disutradarai oleh Charles Ghazali. Dibintangi oleh Wulan Guritno dan Winky Wiryawan, Demi Dewi sepertinya mencoba untuk menggabungkan antara sebuah kisah drama keluarga dengan menyisipkan beberapa adegan action di dalamnya.

Mengisahkan mengenai Anna (Wulan Guritno), seorang pembawa acara memasak yang namanya mulai menanjak. Suatu hari, kehidupan pernikahannya bersama Terry (Sandy Taroreh) yang selama ini berjalan lancer dan bahagia, terusik ketika anak mereka, Dewi (Bulan Ayu), menjadi korban sebuah penculikan. Penculikan ini ternyata akan membuka banyak tabir masa lalu Anna yang cukup kelam. Dewi sendiri sebenarnya bukanlah anak yang lahir dari hasil perkawinan Anna dengan Terry. Bahkan, Dewi telah berusia 8 tahun ketika Anna menikah dengan Terry. Bagian kisah inilah yang kemudian membuka secara perlahan siapa diri Anna, seorang figur publik yang ternyata memiliki masa lalu yang cukup kelam. Walau selama ini ia telah berusaha untuk menutup bagian masa lalunya tersebut, namun demi kembalinya Dewi, Anna tidak peduli jika karir yang telah ia bangun akan hancur jika semua orang mengetahui akan hal tersebut.

Merasa khawatir akan keselamatan Dewi – yang menderita asthma – sekaligus merasa bahwa pihak kepolisian belum dapat berlaku banyak, Anna akhirnya melakukan penyelidikan tersendiri mengenai keberadaan Anna. Setelah beberapa kali dihubungi oleh Leo (Winky Wiryawan), sang penculik Dewi, dan atas pengejaran yang ia lakukan sendiri, Anna akhirnya mendapati bahwa Dewi diculik karena dendam Leo terhadap Terry. Waktu terus berjalan dan Anna harus segera dapat menemukan Dewi sebelum ia terlambat.

Walau harus diakui, Demi Dewi mampu menawarkan sesuatu yang baru di dalam tema penceritaannya. Namun, ada banyak hal yang terasa sangat kurang di sepanjang 96 menit penayangan film ini. Yang paling terasa, tentu saja, adalah naskah film ini yang sepertinya terlalu mendramatisir keadaan. Selain mendramatisir, beberapa bagian juga terasa seperti tidak masuk akal. Ini didapat di beberapa adegan di permulaan awal film dimana diceritakan Dewi dan Terry sempat berhadapan langsung dengan sang penculik, Leo, dan berkesempatan untuk dapat menangkapnya, namun ternyata gagal untuk dilakukan. Kalau adegan ini dilakukan hanya sekali, mungkin tidak akan begitu bermasalah. Namun adegan pertemuan secara ‘tidak sengaja’ tersebut terjadi beberapa kali yang menyebabkan penonton malah tidak simpatik kepada karakter utamanya.

Karakterisasi di naskah cerita juga sepertinya masih terlalu dangkal. Charles Ghazali, yang juga bertanggung jawab terhadap penulisan naskah cerita, sepertinya ingin membuat setiap karakter yang ada di film ini memiliki sifat dan kepribadian yang kompleks. Ini dilakukan dengan cara menambahkan masa lalu yang kelam terhadap masing-masing karakter. Sayangnya, eksekusi di dalam filmnya, hal ini malah menimbulkan kebingungan tersendiri bagi penonton. Ini diperparah dengan karakterisasi beberapa karakter pendukung yang tiba-tiba hadir di tengah cerita dan semakin membuat jalan cerita Demi Dewi semakin kurang dapat dinikmati.

Menyimak jalan cerita yang ditawarkan oleh Demi Dewi, mungkin beberapa orang akan langsung teringat dengan beberapa film lain yang juga berkisah mengenai seorang ibu yang rela melakukan apa saja demi mendapatkan kembali sang anak. Flightplan, yang dibintangi oleh Jodie Foster, adalah salah satu film yang terlintas di kepala ketika menyaksikan Demi Dewi. Beruntung, Wulan Guritno cukup mampu menjadi seorang Jodie Foster di dalam film ini. Sebagai Anna, Wulan mampu tampil dramatis sekaligus terlihat tegar ketika sedang mencari keberadaan sang anak. Ini juga ditambah dengan kemampuan Wulan untuk melakukan beberapa adegan bela diri yang cukup mumpuni.

Secara keseluruhan, adalah sangat wajar jika dikatakan poin-poin keunggulan Demi Dewi berada pada akting Wulan Guritno dan Winky Wiryawan. Selain mereka berdua, para pemeran lainnya, sayangnya, tidak ada yang mampu memberikan sebuah penampilan yang dapat diberikan kredit lebih. Beberapa diantaranya terkesan terlalu berlebihan dalam menghidupkan karakter mereka. Sementara beberapa lainnya malah terasa tidak melakukan apa-apa untuk karakter mereka.

Premis yang menjanjikan namun ekseskusi yang sangat mengecewakan. Kalimat tersebut mungkin layak ditempatkan pada penilaian yang diberikan pada Demi Dewi. Premis mengenai seorang ibu dengan latar belakang masa lalu kelam yang rela melakukan apa saja demi mendapatkan kembali sang anak, plus dengan tambahan beberapa adegan bela diri, adalah sesuatu yang cukup menyegarkan untuk didengar. Sayangnya, premis tersebut hanya berakhir disitu. Lemahnya naskah cerita, kurangnya dukungan akting yang baik dari para pemerannya, hingga beberapa kesalahan dan kelemahan teknis yang muncul di sepanjang jalan cerita, membuat Demi Dewi tampil sebagai sebuah film drama yang mengecewakan.

Rating: 2.5 / 5

Demi Dewi (Magma Entertainment, 2010)

Demi Dewi (2010)

Directed by Charles Gozali Produced by Hendrik Gozali, Oloan Napitupulu Written by Charles Gozali Starring Wulan Guritno, Winky Wiryawan, Sendy Taroreh, Widyawati, Ray Sahetapy, Bulan Ayu, Volland Humonggio, Bella Graceva, Robertino, Linawati Halim Studio Magma Entertainment Running time 96 minutes Country Indonesia Language Indonesian

About these ads
Comments
  1. jalangfilm says:

    Yah, jadi intinya bisa dilewatkan saja ya?
    Ohya, mau koreksi nih, setelah hiatus dari dunia sinetron remaja di era 90an, Wulan Guritno comeback di era 2000an via sinet silat loh, seperti Angling Darma dan beberapa judul lainnya keluaan GentaBuana Pitaloka juga. Ohya ada juga Borobudur, bareng Teddy Shah dan (mantan suami) Attilla Shah. Jadi soal adegan kelahi, dia udah cukup biasa dan bahkan di sinet2 itu dia terlihat cukup oke loh teknik berkelahinya.

    • Amir says:

      Mungkin maksudnya pertama kali adalah pertama kali di film yah… Baru ini Wulan Guritno menampilkan aksi bela diri di sebuah film layar lebar. Skip atau tidak… hmmm… I’d rather skip this one.

  2. Review Film says:

    Kayanya nih film agak aneh… Wulan ama Wingky.. hmmm.. kolaborasi yang aneh
    Review Film

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s