Dibintangi oleh nama-nama besar seperti Kate Beckinsale, Dakota Fanning, Guy Pearce, Forest Whitaker, Jennifer Hudson dan Josh Hutcherson, Winged Creatures sempat menjadi film yang paling banyak dinantikan oleh banyak penonton di akhir 2008. Selain karena nama-nama besar tersebut, tema yang dibawakan film ini juga sepertinya akan menjadi sebuah tema yang cukup layak untuk dibawakan ke berbagai tingkat penghargaan film.

Namun entah mengapa, Winged Creatures tak kunjung dirilis oleh Columbia Pictures, yang telah membeli hak distribusi film ini dari Peace Arch Entertainment Group. Hingga akhirnya, pada Juli 2009, film ini akhirnya dirilis secara terbatas di Amerika Serikat, tanpa promosi yang berarti, dan dengan waktu tayang yang juga singkat, untuk kemudian dirilis dalam bentuk DVD satu bulan kemudian, dibawah judul baru, Fragments.

Mengingatkan akan film peraih Academy Award sebagai Best Picture, Crash, Fragments juga menceritakan mengenai sekelompok orang yang karena sebuah kejadian tragis akhirnya saling berhubungan satu dengan yang lain. Memulai kisahnya di sebuah restauran, Carla Davenport (Kate Beckinsale), sang pelayan restauran, Charlie Archenault (Forest Whitaker), seorang guru mengemudi, Bruce Laraby (Guy Pearce), seorang dokter, Anne Hagen (Dakota Fanning), seorang anak yang datang bersama sang ayah (Tim Guinee), dan dua sahabatnya, Jimmy Jasperson (Josh Hutcherson) dan Alicia Summers (Alyson Stoner), tentu tidak akan menyangka sebuah mimpi buruk akan menghampiri mereka ketika mereka sedang bersantai di restauran tersebut.

Seorang pria yang tidak dikenal kemudian masuk ke dalam restauran tersebut dan secara perlahan mulai menembaki satu persatu setiap pengunjung restauran tersebut, termasuk ayah Anne, sebelum ia akhirnya membunuh dirinya sendiri. Fragments kemudian bercerita bagaimana kejadian tersebut mempengaruhi masing-masing kehidupan para karakter yang menjadi saksi hidup peristiwa pembunuhan tersebut.

Jika ada satu kata yang dapat untuk menggambarkan Fragments, maka depresif mungkin adalah kata yang tepat untuk menggambarkannya. Film ini mencoba menelusuri bagaimana sebuah kejadian traumatis yang berlangsung di sebuah tempat umum, berpengaruh banyak pada kehidupan para karakter utama yang ada di film ini. Kemudian, para penonton akan disuguhkan berbagai kejadian dramatis di dalam masing-masing kehidupan para karakter utama, yang sepertinya justru tertimpa banyak kesialan setelah selamat dari peristiwa tersebut.

Lihat saja karakter Anne, yang setelah selamat dari kejadian tersebut, ia berubah menjadi seorang gadis yang relijius. Bukan hal yang buruk sebenarnya, namun ia kemudian cenderung memaksakan orang-orang lain yang ada di sekitarnya untuk berdo’a bersamanya setiap kali ia mengingat dan menceritakan mengenai ayahnya. Hal ini, ternyata membuat hubungan Anne dengan sahabatnya, Jimmy dan Alice, menjadi menjauh, karena melihat Anne sebagai seorang karakter yang sedikit aneh.

Lain lagi dengan Carla. Sang kasir restauran ini sepertinya tidak dapat menjauhkan dirinya dari berbagai masalah semenjak selamat dari peristiwa tersebut. Begitu tertekannya ia dengan hidupnya, seringkali Carla tidak memberikan ASI pada bayinya yang masih kecil. Atau dengan Charlie, yang setelah selamat, melihat bahwa dirinya adalah seorang yang sangat beruntung dan malah mencoba peruntungannya tersebut dengan semakin membenamkan dirinya pada hobi judinya.

Deretan-deretan kisah depresif inilah — dan masih ditambah beberapa kisah depresif lainnya — yang mewarnai jalan cerita Fragments. Jujur saja, film dengan tema seperti ini sepertinya bukan hal asing lagi di perfilman Hollywood. Namun, yang mmebuat film ini sedikit berbeda, yang sayangnya bukan keunggulan dari film ini, adalah ketika sang penulis naskah dan sutradara film ini lupa untuk memberikan pesan positif atau jalan penyelesaian dari setiap permasalahan yang telah ia bawakan sebelumnya. Hampir sepanjang 3/4 film ini berjalan, penonton hanya disuguhkan masalah demi masalah, tanpa ada kejelasan bagaimana film ini akan benar-benar berakhir.

Permasalahan-permasalahan yang dihadirkan di Fragments sendiri, tidak dapat dibilang sebagai sebuah penggambaran yang brilian. Permasalahan tersebut hanya terkesan ditampilkan secara datar yang dijamin tidak akan dapat membuat setiap penontonnya mampu merasa terhubung dengan para karakter yang ada di film ini. Walaupun harus diakui para jajaran pemerannya — yang seperti saya tuliskan tadi, berisi nama-nama besar — bermain cukup apik, namun akibat lemahnya pengelolaan naskah cerita, film yang berdurasi lebih kurang 90 menit ini malah terasa sangat datar dan membosankan.

Rasanya sangat sayang sekali untuk melihat talenta-talenta kelas atas seperti yang dimiliki film ini terbuang dengan percuma untuk sebuah film drama dengan cerita yang sangat lemah seperti ini. Akibat dari sisi penceritaan yang lemah itulah, penampilan para jajaran pemeran film ini menjadi sangat terbatas dan gagal memberikan koneksi yang baik antara sesama karakter, maupun untuk membangun hubungan dengan para penontonnya. Fragments sama sekali bukan film yang direkomendasikan untuk ditonton ketika Anda sedang menghadapi berbagai peliknya masalah hidup… bahkan ketika sedang berbahagia, film ini mempunyai kecenderungan untuk menekan Anda dan membuat Anda depresi.

Rating: 2.5 / 5

Fragments (Peace Arch Entertainment Group/Columbia Pictures/Sony Pictures Entertainment, 2009)

Fragments (2009)

Directed by Rowan Woods Produced by Robert Salerno Written by Roy Freirich Starring Dakota Fanning, Forest Whitaker, Guy Pearce, Kate Beckinsale, Josh Hutcherson, Jennifer Hudson Cinematography Eric Alan Edwards Editing by Meg Reticker Studio Peace Arch Entertainment Distributed by Columbia Pictures Language English

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s