Selepas kemenangan mereka di ajang The 81st Annual Academy Awards lewat film No Country for Old Men, yang berhasil memberikan mereka 4 buah piala Oscar, termasuk untuk kategori Best Picture dan Best Director, Joel David Coen dan Ethan Jesse Coen, yang dikenal sebagai Coen Brothers, sempat merilis film komedi komersial Burn After Reading di tahun 2008, yang cukup sukses selama masa peredarannya.

Selepas Burn After Reading, Coen Brothers kembali merilis A Serious Man. Film black comedy yang tampil tanpa adanya satu pun nama-nama aktor atau aktris besar Hollywood ini sepertinya menandakan kembalinya Coen Brothers ke wilayah film-film yang jauh dari kesan sebagai sebuah film komersil.

A Serious Man dibuka dengan sebuah adegan prolog komedi yang bersetting di abad ke-19, dengan kedua pemerannya tampil dengan bahasa Yahudi, yang menceritakan pasangan suami istri yang kedatangan seorang tamu, yang ternyata merupakan saudara jauh mereka yang telah meninggal tiga tahun lalu. Para penonton akan dibuat tertawa sekaligus terheran-heran dengan prolog singkat ini karena setting dan kisah yang akan ditampilkan berikutnya sama sekali berbeda dan tidak behubungan dengan prolog tersebut, kecuali, tentu saja, jika Anda menganggap prolog tersebut sebagai sebuah perkenalan bahwa film ini akan ditampilkan dalam sebuah sudut pandang seorang pria Yahudi dan kehidupan keluarga dan sekitarnya yang masih kuat dipengaruhi oleh kebudayaan tersebut.

WHY SO SERIOUS? Menjauhlah dari A Serious Man jika Anda bukan seorang yang berfikiran terbuka. Benar-benar terbuka.

Penonton kemudian akan dikenalkan pada Larry Gopnik (Michael Stuhlbarg), seorang pria Yahudi yang tinggal di daerah Minneapolis, Minnesota di tahun 1967. Larry adalah seorang profesor yang tinggal dengan keluarganya yang masih memegang kultur Yahudi mereka dengan sangat kuat dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Larry sebenarnya adalah seorang pria dengan kehidupan normal, hingga pada suatu hari, Hashem (Tuhan – dalam bahasa Yahudi) memutuskan untuk menguji Larry dengan beberapa cobaan sekaligus. Pertama, ia harus menghadapi Clive (David Kang), salah satu mahasiswanya yang berasal dari Korea Selatan, yang gagal dalam salah satu mata kuliahnya dan mencoba untuk menyogoknya. Kedua, ia harus menghadapi istrinya, Judith (Sari Wagner Lennick), yang meminta bercerai dengannya agar ia dapat menikah dengan salah seorang sahabat mereka, Sy Ableman (Fred Melamed).

Dua masalah tersebut masih dilengkapi dengan permasalahan yang ia hadapi dengan adiknya, Arthur (Richard Kind), yang tinggal bersama keluarganya dan sepertinya menjadi beban bagi mereka, khususnya bagi puterinya, Sarah (Jessica McManus). Dan terakhir adalah permasalahan putranya, Danny (Aaron Wolff), yang sebentar lagi akan dibuatkan bar mitzvah (pesta relijius penanda kedewasaan seorang anak laki-laki bagi kaum Yahudi) namun memiliki kegemaran untuk menghisap marijuana. Merasa kebingungan menghadapai deretan-deretan masalah tersebut, atas saran istrinya, Larry menemui tiga orang rabbi (pendeta Yahudi) untuk meminta saran kepada mereka, yang sepertinya justru malah tidak menyelesaikan masalah, dan malah menambah kerumitan masalah-masalah tersebut.

Well… jika Anda telah mengenal Coen Brothers lewa film-film mereka seperti Fargo, O Brother, Where Art Thou, dan The Big Lebowski, maka Anda mungkin telah mengenal keanehan jalan cerita yang ditawarkan oleh Coen Brothers di film ini. Namun, jika Anda baru mengenal mereka lewat karya-karya terakhir mereka, maka mungkin Anda akan mengalami sedikit masalah untuk mencerna film ini.

A Serious Man sepertinya adalah sebuah usaha dari Coen Brothers untuk membuat film bagi mereka sendiri, lepas dari sisi komersial dan sama sekali tidak memperdulikan selera pasar maupun pengharapan para penonton mereka. Seperti yang diucapkan Coen Brothers, A Serious Man adalah sebuah film yang diinspirasi dari kehidupan pribadi mereka sebagai kaum Yahudi dan tinggal di lingkungan dimana pengaruh kebudayaan Yahudi masih sangat lekat. Hasilnya, film ini dipenuhi oleh berbagai unsur budaya Yahudi, termasuk penggunaan bahasa Yahudi di beberapa adegan, yang mungkin akan sedikit membingungkan para penontonnya.

Walau akan sulit dicerna oleh beberapa orang dengan cara penyampaian yang dipilih Coen Brothers, namun sebenarnya A Serious Man memiliki plot yang cukup universal. Seorang pria yang berusaha untuk memahami apa yang salah pada kehidupannya dengan menghubungkan jiwa spiritual pria tersebut dengan hubungan pribadinya bersama orang-orang yang tinggal di sekitarnya. Coen Brothers juga dengan pintar menenyelipkan kisah pencarian jati diri dan usaha untuk mengerti mengenai dunia dan Tuhan lewat pandangan kaum Yahudi lewat film ini. Disampaikan dengan tata pandang kaum tertentu, namun Coen Brothers dapat membuat seluruh penonton film menempatkan diri mereka dalam jalan kisah film ini dan menjadikan jalan cerita A Serious Man dapat dinikmati secara universal.

Jajaran pemeran yang dipilih oleh Coen Brothers, walaupun tak satupun yang dikenali, namun memiliki kualitas komikal yang cukup mumpuni untuk membuat film ini terlihat sangat meyakinkan dari sisi departemen aktingnya. Coen Brothers juga menggunakan orang-orang yang sama seperti di film-film mereka sebelumnya untuk melengkapi tata taknis film ini. Roger Deakins di sinematografi dan Carter Burwell di tata suara. Dan mereka memberikan hasil yang cukup memuaskan untuk A Serious Man secara keseluruhan.

A Serious Man sekali lagi membuktikan kejeniusan luar biasa dari Coen Brothers. Dari penulisan naskah yang unik dan memiliki pesan tersembunyi yang cukup dalam, hingga cara mereka untuk menyampaikan kisah tersebut yang benar-benar akan membuat para penonton mereka sedikit mengerutkan kening mereka. A Serious Man, seperti halnya karya-karya luar biasa Coen Brothers lainnya, memang bukan ditujukan untuk semua orang. Namun jika Anda benar-benar mampu mengikuti jalan ceritanya, bkan tidak mungkin film ini akan menjadi salah satu film komedi favorit Anda sepanjang tahun lalu.

Rating: 3.5 / 5

A Serious Man (Relativity Media/StudioCanal/Working Title Films/Mike Zoss Productions/Focus Features, 2009)

A Serious Man (2009)

Directed by Joel Coen, Ethan Coen Produced by Ethan Coen and Joel Coen Written by Ethan Coenand Joel Coen Starring Michael Stuhlbarg, Richard Kind, Sari Wagner Lennick, Fred Melamed, Aaron Wolff Music by Carter Burwell Cinematography Roger Deakins Editing by Roderick Jaynes Studio Relativity Media/StudioCanal/Working Title Films/Mike Zoss Productions Distributed by Focus Features Running time 105 minutes Country United States Language English, Hebrew, Yiddish

About these ads
Comments
  1. gilasinema says:

    Nih film salah satu karya terbaik dari Coen Brothers dan memang bakal membuat kesulitan mereka yang belum terbiasa dengan style mereka berdua. Keduanya senang banget bermain-main di ranah religi dan selalu menampilkan gugatan moral dalam setiap film mereka. Kadang mereka mengolok-olok suatu kepercayaan, namun selanjutnya diserahkan pada kuasa Tuhan. aneh bin cerd-ass hehehehe…

  2. Amir says:

    “Kadang mereka mengolok-olok suatu kepercayaan, namun selanjutnya diserahkan pada kuasa Tuhan. aneh bin cerd-ass hehehehe…”

    Itu dia… Endingnya itu lohhh… Diserahkan pada pendapat masing-masing… :D

  3. movietard says:

    belum nonton, tapi sudah masuk waiting list…semoga weekend ini bisa nontonnn >.<

  4. Andy says:

    saya setuju ini film benar2 komedi yang gelap dan saya menontonnya saat otak saya lagi tidak beres jadi yang ada aneh sendiri ..saya sampai muter dua kali dvd nya saking penasaran ama maksud ni film…but ide nya unik and nyentrikk juga sih…emang kalo gag terbiasa ama gaya film choen bersodara jadi aneh sendiri…saya juga ngasik rating 3.5/5..heheheheh
    senang menemukan blog anda..salam kenal….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s