Secara sekilas, The Thing dapat dilihat sebagai sebuah prekuel sekaligus remake dari film arahan John Carpenter berjudul sama – yang sendirinya juga merupakan sebuah remake dari film horor berjudul The Thing from Another World (1951) – dan sempat menuai cukup banyak pujian dari para kritikus film dunia ketika dirilis pada tahun 1982. Versi terbaru dari The Thing memang memberikan sebuah garisan cerita tambahan bagi kisah The Thing arahan Carpenter ketika di saat yang sama juga tetap menggunakan formula cerita yang dulu telah diterapkan Carpenter dalam filmnya. Bukan berarti rilisan teranyar dari The Thing adalah sebuah film yang jauh dari kesan inovatif. The Thing memang tetap setia dengan formula lamanya. Namun, di bawah arahan sutradara Matthijs van Heijningen Jr., The Thing masih dapat tampil dengan beberapa kejutan yang masih cukup mampu untuk menyenangkan para penggila film-film sejenis.
Review: The Thing (2011)
Posted: January 27, 2012 in Movies, ReviewTags: Adewale Akinnuoye-Agbaje, Aune Nilsen, Carsten Bjørnlund, Eric Christian Olsen, Jan Gunnar Røise, Jørgen Langhelle, Jo Adrian Haavind, Joel Edgerton, Jonathan Lloyd Walker, Kim Bubbs, Kristofer Hivju, Mary Elizabeth Winstead, Matthijs van Heijningen Jr., Michael Brown, Movies, Ole Martin, Paul Braunstein, Review, Stig Henrik Hoff, The Thing, Trond Espen Seim, Ulrich Thomsen
Review: Contraband (2012)
Posted: January 26, 2012 in Movies, ReviewTags: Amber Gaiennie, Baltasar Kormákur, Ben Foster, Caleb Landry Jones, Connor Hill, Contraband, David O'Hara, Diego Luna, Giovanni Ribisi, J K Simmons, Jackson Beals, Jaqueline Fleming, Kate Beckinsale, Kent Jude Bernard, Lukas Haas, Mark Wahlberg, Movies, Paul LeBlanc, Review, Robert Wahlberg, William Lucking
Merupakan remake dari film asal Islandia yang berjudul Reykjavík-Rotterdam (2008), yang dibintangi oleh Baltasar Kormákur dan di versi film Amerika Serikat kini duduk sebagai sutradara, Contraband dibintangi oleh Mark Wahlberg yang berperan sebagai Chris Farraday, mantan penyelundup narkoba yang setelah membangun keluarga bersama istri, Kate (Kate Beckinsale), dan kedua anaknya, kini menjalani kehidupan sebagai seorang pria normal dengan sebuah pekerjaan tetap dalam kesehariannya. Pun begitu, masa lalu kemudian kembali untuk menghantui Chris ketika adik iparnya, Andy (Caleb Landry Jones), ternyata secara diam-diam juga bekerja sebagai seorang penyelundup narkoba bagi seorang mafia kejam bernama Tim Briggs (Giovanni Ribisi). Dan ketika Andy melakukan sebuah kesalaha dalam pekerjaannya, mau tak mau Chris harus turun tangan dan kembali ke dunia hitam yang telah lama ia tinggalkan.
Review: The Iron Lady (2011)
Posted: January 25, 2012 in Movies, ReviewTags: Alexandra Roach, Angus Wright, Anthony Head, Harry Lloyd, Jim Broadbent, John Sessions, Julian Wadham, Mary Robinson, Meryl Streep, Michael Pennington, Movies, Nicholas Farrell, Nick Shaw, Olivia Colman, Paul Bentley, Phyllida Lloyd, Reginald Green, Review, Richard E Grant, Robin Kermode, Roger Allam, Teresa Mahoney, The Iron Lady
The Iron Lady adalah sebuah film biopik yang mengisahkan mengenai perjalanan hidup Margaret Thatcher, salah satu tokoh politik wanita paling berpengaruh di dunia yang berhasil mencatatkan sejarah sebagai wanita pertama yang menduduki kursi Perdana Menteri di Inggris dan kemudian menjabat posisi tersebut selama lebih dari satu dekade. Jelas, dalam masa kepemimpinan yang panjang tersebut, Inggris telah melalui begitu banyak gejolak maupun intrik politik, ekonomi dan sosial dalam tatanan pemerintahan dan masyarakatnya. Pun begitu, The Iron Lady, yang diarahkan oleh Phyllida Lloyd (Mamma Mia!, 2008) dengan naskah yang dituliskan oleh Abi Morgan (Shame, 2011), sama sekali tidak memiliki kedalaman apapun dalam penceritaannya yang mampu membuat kehidupan Thatcher – yang dipenuhi banyak drama baik dalam kehidupan politik maupun pribadinya – terlihat menarik untuk disaksikan dalam sebuah film yang berdurasi sepanjang 105 menit.
Review: I Don’t Know How She Does It (2011)
Posted: January 22, 2012 in Movies, ReviewTags: Busy Phillips, Christina Hendricks, Douglas McGrath, Greg Kinnear, I Don't Know How She Does It, Jane Curtin, Jessica Szohr, Julius Goldberg, Kelsey Grammer, Movies, Olivia Munn, Pierce Brosnan, Review, Sarah Jessica Parker, Sarah Shahi, Seth Meyers, Theodore Goldberg
Jika ada hal yang ingin ditunjukkan oleh naskah cerita I Don’t Know How She Does It yang diadaptasi oleh penulis naskah Aline Brosh McKenna (The Devil Wears Prada, 2006) dari novel berjudul sama yang ditulis oleh Allison Pearson, maka I Don’t Know How She Does It adalah sebuah cerita yang ingin menunjukkan bagaimana para wanita karir yang memiliki keluarga lengkap mampu menyeimbangkan kehidupan mereka antara tuntutan keluarga yang selalu mengharapkan kehadiran mereka dan karir yang seringkali mengharapkan mereka bersikap layaknya para pria – sebuah hal yang ironis mengingat film ini diarahkan oleh seorang pria, Douglas McGrath (Emma, 1996). Bukan hal yang buruk. Namun McKenna dan McGrath seperti kebingungan untuk menghadirkan nada yang tepat untuk film ini, tidak pernah menyajikan drama, romansa, kisah keluarga dan komedi dalam tarikan nafas yang tepat dan membuat I Don’t Know How She Does It menjadi terkesan datar dan gagal menjangkau sisi emosional setiap penontonnya.
Review: Paranormal Activity 3 (2011)
Posted: January 21, 2012 in Movies, ReviewTags: Ariel Schulman, Brian Boland, Chloe Csengery, Chris Smith, Dustin Ingram, Hallie Foote, Henry Joost, Jessica Tyler Brown, Johanna Braddy, Katie Featherston, Lauren Bittner, Movies, Paranormal Activity 3, Review, Sprague Grayden
Mereka yang menyukai Paranormal Activity – sebuah film horor yang dirilis pada tahun 2007 dan membuktikan bahwa dengan bujet pembuatan, naskah dan latar belakang lokasi cerita yang minimal, Anda masih dapat menghasilkan sebuah kengerian dan keuntungan komersial yang maksimal – pada umumnya setuju bahwa sekuel film tersebut, Paranormal Activity 2 (2010), adalah sebuah sekuel yang malas, jauh dari kesan inovatif dan sama sekali gagal dalam menyamai kengerian yang mampu ditunjukkan film perdananya terdahulu. Wajar jika kemudian banyak pihak yang menilai keberadaan Paranormal Activity 3 tak lebih hanyalah sebagai sebuah mesin pengeruk keuntungan komersial bagi studio yang merilis film ini. Well… Anda memang tidak dapat menyangkal kebenaran pendapat tersebut. Namun dengan pengarahan yang kini berada di tangan Henry Joost dan Ariel Schulman (Catfish, 2010), Paranormal Activity 3 mampu tampil lebih segar dan, secara mengejutkan, tampil lebih baik dari dua seri film ini sebelumnya.
Review: Don’t be Afraid of the Dark (2011)
Posted: January 20, 2012 in Movies, ReviewTags: Alan Dale, Bailee Madison, Don't be Afraid of the Dark, Edwina Ritchard, Garry McDonald, Guy Pearce, Jack Thompson, James Mackay, Julia Blake, Katie Holmes, Movies, Nicholas Bell, Review, Troy Nixey
Diproduseri oleh Guillermo del Toro, yang bersama Matthew Robbins turut menuliskan naskah cerita film ini berdasarkan film televisi berjudul sama yang sebelumnya pernah ditayangkan di Amerika Serikat pada tahun 1973, Don’t be Afraid of the Dark adalah sebuah film horor yang lebih menggantungkan tingkat intensitas ceritanya pada atmosfer suasana dan gambar yang dihadirkan untuk kemudian memberikan sebuah psychological terror kepada para penontonnya. Sayangnya, Troy Nixey, yang memberikan pengarahan pertamanya di sebuah film layar lebar melalui film ini, bukanlah seorang sutradara yang berbakat untuk menjaga kadar intensitas ketegangan tersebut. Don’t be Afraid of the Dark berhasil menghadirkan sebuah drama keluarga yang dinamis. Namun, sebagai sebuah film horor, Don’t be Afraid of the Dark gagal untuk menghadirkan intensitas menegangkan yang mampu hadir untuk tampil menarik bagi para penggemar film horor.
Review: Mother Keder: Emakku Ajaib Bener (2012)
Posted: January 18, 2012 in Movies, ReviewTags: Asian Cinema, Athoy Herlambang, Eko Nobel, Indonesian Cinema, Ira Maya Sopha, Jill Gladys, Mother Keder, Mother Keder: Emakku Ajaib Bener, Movies, Pong Hardjatmo, Qory Sandioriva, Yati Surachman, Yoga Prasetya, Zahra Nurani
Mengira bahwa keluarga yang Anda miliki merupakan susunan keluarga yang paling memalukan yang pernah ada di dunia? Tunggu sampai Anda melihat para anggota keluarga yang ditampilkan dalam Mother Keder: Emakku Ajaib Bener, sebuah film yang diangkat dari novel berjudul Mother Keder karya Viyanthi Silvana dan disutradarai oleh sutradara debutan bernama Eko Nobel. Mother Keder: Emakku Ajaib Bener memfokuskan kisahnya pada Vivi (Qory Sandioriva), seorang gadis berparas cantik yang setelah berhenti dari pekerjaannya dan mendapati kalau tunangannya telah berselingkuh darinya harus mencoba mengulang kembali kehidupannya sedari awal. Mengulang kehidupannya sedari awal tersebut berarti bahwa ia harus meninggalkan apartemennya dan kembali tinggal bersama keluarganya… dengan tingkah laku mereka yang kadang seperti orang-orang yang sama sekali tidak memiliki akal sehat.
Review: Xia Aimei (2012)
Posted: January 16, 2012 in Movies, ReviewTags: Alyandra, Asian Cinema, Ferry Salim, Franda, Gilang Dirgahari, Indonesian Cinema, Jasmine Julia Machate, Movies, Norman Kamaru, Olga Lydia, Review, Samuel Rizal, Shareefa Daanish, Xia Aimei
Tahun 2012 baru memasuki minggu keduanya namun para penggemar sinema Indonesia sepertinya tidak akan begitu kesusahan untuk menemukan salah satu kandidat film terkuat untuk memenuhi daftar film Indonesia terburuk mereka di akhir tahun nanti. Film tersebut berjudul Xia Aimei, sebuah film yang menjadi debut penyutradaraan bagi seorang sutradara yang bernama Alyandra serta menampilkan penampilan akting perdana dari Franda dan Norman Kamaru – yes, that Norman guy! – serta didukung oleh penampilan akting dari nama-nama seperti Ferry Salim, Olga Lydia, Samuel Rizal dan Shareefa Daanish. Lalu apa yang salah? Hampir semuanya. Pengarahan yang begitu lemah, naskah cerita yang memiliki kecerdasan yang begitu terbatas hingga penampilan akting yang… well… ssangat sukar untuk dikategorikan sebagai akting dari sleuruh jajaran pemerannya.
The 69th Annual Golden Globe Awards Winners List
Posted: January 16, 2012 in Awards, Golden Globes, MoviesTags: A Separation, Awards, Beginners, Christopher Plummer, George Clooney, Golden Globe, Hugo, Jean Dujardin, Jodái-e Náder az Simin, Martin Scorsese, Meryl Streep, Michelle Williams, Midnight in Paris, Movies, My Week with Marilyn, Octavia Spencer, The Adventures of Tintin, The Artist, The Descendants, The Help, The Iron Lady, W.E.
Dan pertarungan antara The Descendants dan The Artist untuk memenangkan kategori Best Picture di ajang The 84th Annual Academy Awards mendatang semakin terlihat jelas. Kedua lm tersebut semakin menunjukkan keunggulan masing-masing setelah keduanya memenangkan kategori Best Motion Picture – Drama dan Best Motion Picture – Comedy or Musical di ajang The 69th Annual Golden Globe Awards. Kedua aktor utama di film tersebut, George Clooney dan Jean Dujardin, juga memenangkan penghargaan untuk kategori Best Actor di dua kategori yang berbeda.



















