Di tahun 2009, dimana Hollywood dikuasai oleh film-film science fiction orisinal seperti Avatar serta District 9, J. J. Abrams mampu mencuri banyak perhatian penikmat film dunia ketika dirinya kembali menghadirkan sebuah franchise legendaris bernama Star Trek dengan sentuhan yang baru. Meski awalnya banyak mendapatkan keraguan, khususnya dari para penggemar setia franchise tersebut – yang biasa menyebut diri mereka sebagai Trekkies, dengan bermodalkan naskah cerita arahan Roberto Orci dan Alex Kurtzman yang sangat cerdas, Abrams mampu menghadirkan sebuah presentasi kisah Star Trek yang cukup segar dan modern untuk dapat meraih banyak penggemar baru namun tetap terasa sangat familiar untuk dapat memuaskan para penggemar lamanya. Kesuksesan tersebut jelas telah membuka pintu kesempatan yang sangat lebar bagi Abrams untuk dapat menjelajah lebih jauh dalam menangani seri lanjutan franchise film yang telah dimulai semenjak tahun 1979 tersebut.
Review: Star Trek Into Darkness (2013)
Posted: May 24, 2013 in Movies, ReviewTags: Aisha Hinds, Alice Eve, Amanda Foreman, Anjini Taneja Azhar, Anton Yelchin, Benedict Cumberbatch, Bruce Greenwood, Chris Pine, Deep Roy, Heather Langenkamp, J. J. Abrams, Jason Matthew Smith, Jay Scully, John Cho, Jonathan Dixon, Joseph Gatt, Karl Urban, Movies, Nazneen Contractor, Noel Clarke, Nolan North, Peter Weller, Review, Sean Blakemore, Simon Pegg, Star Trek Into Darkness, Zachary Quinto, Zoe Saldana
Review: Hummingbird (2013)
Posted: May 17, 2013 in Movies, ReviewTags: Agata Buzek, Benedict Wong, Crazy Joe, David Bradley, Hummingbird, Ian Pirie, Jason Statham, Movies, Redemption, Review, Siobhan Hewlett, Steven Knight, Vicky McClure
Hummingbird adalah sebuah pembuktian bahwa Jason Statham sebenarnya memiliki kemampuan akting yang memadai jika berada di bawah pengarahan yang tepat. Well… jangan dahulu berharap bahwa Statham akan segera mengubah preferensi jenis film yang akan ia perankan atau namanya akan segera banyak terdengar di berbagai ajang penghargaan film dunia. Statham masih tampil dalam lingkup sebagai seorang aktor laga seperti yang selama ini dikenal dunia. Namun dalam film yang juga menjadi debut penyutradaraan bagi penulis naskah asal Inggris, Steven Knight (Eastern Promises, 2007), ini, Statham berhasil hadir lebih dari sekedar seorang aktor yang hanya mampu tampil menarik ketika dilibatkan dalam plot penceritaan yang bernuansa kekerasan, diwarnai banyak ledakan, adegan balap jalanan yang spektakuler atau ketika didampingi gadis-gadis cantik dengan pakaian yang minim.
Review: Cinta Brontosaurus (2013)
Posted: May 15, 2013 in Movies, ReviewTags: Aelke Mariska, Ario Prabowo, Asian Cinema, Bucek Depp, Cinta Brontosaurus, Dewi Irawan, Dimas Gabra, Dwi Putrantiwi, Ence Bagus, Eriska Rein, Fajar Nugros, Fikri Ramdhan, Indonesian Cinema, Joehana Sutisna, Lana Girlly, Lani Girlly, M Griff, Meriam Bellina, Moammar Emka, Movies, Pamela Bowie, Rachel Patricia, Raditya Dika, Review, Richa Iskak, Rizka Wulandari, Ronny P Tjandra, Soleh Solihun, Tyas Mirasih, Yadi Sugandi
Diangkat dari buku berjudul sama karya Raditya Dika, Cinta Brontosaurus berkisah mengenai deretan ketidakberuntungan yang dialami oleh seorang pemuda bernama Dika (Raditya Dika) ketika ia harus berhadapan dengan masalah cinta. Ketika hubungan romansanya dengan Nina (Pamela Bowie) berakhir kandas seperti deretan kisah percintaannya yang telah lalu, Dika akhirnya mendeklarasikan bahwa ia tidak akan lagi mau merasakan yang namanya jatuh cinta. Dika bahkan menyamakan perasaan cinta tersebut layaknya seekor brontosaurus yang suatu saat akan menemukan masa kadaluarsanya… dan kemudian menghilang begitu saja. Pernyataan tersebut jelas ditolak oleh sahabat sekaligus agen penerbitan Dika, Kosasih (Soleh Solihun), yang disaat bersamaan sedang menjalin hubungan romansa dengan Wanda (Tyas Mirasih). Kosasih lantas berinisiatif untuk memperkenalkan Dika dengan beberapa gadis yang dinilainya sesuai dengan kriteria pemuda tersebut.
Review: Evil Dead (2013)
Posted: May 14, 2013 in Movies, ReviewTags: Bob Dorian, Bruce Campbell, Elizabeth Blackmore, Ellen Sandweiss, Evil Dead, Fede Alvarez, Jane Levy, Jessica Lucas, Jim McLarty, Karl Willetts, Lou Taylor Pucci, Movies, Phoenix Connolly, Randal Wilson, Review, Rupert Degas, Shiloh Fernandez, Sian Davis, Stephen Butterworth
The Most Terrifying Film You Will Ever Experience? Hardly. Dan merilis versi terbaru dari The Evil Dead (1981) setelah kecerdasan The Cabin in the Woods (2011) bahkan semakin membuat tagline tersebut terkesan terlalu berlebihan. Sejujurnya, The Evil Dead yang berhasil memperkenalkan nama Sam Raimi ke kalangan penikmat film – khususnya para penggemar film-film horor – di berbagai penjuru dunia tersebut bukanlah sebuah film horor yang begitu menakutkan. Raimi mampu menggarap The Evil Dead dengan baik, memadukan unsur horor dengan komedi yang kental sekaligus mendefinisikan kembali arti kehadiran tumpahan darah pada sebuah film horor mainstream Hollywood di kala itu. Namun mengerikan? Not really. Lalu apa yang ingin dicapai Raimi dengan memberikan kesempatan pada sutradara asal Uruguay, Fede Alvarez, untuk me-remake salah satu filmnya yang paling fenomenal tersebut?
Review: What They Don’t Talk About When They Talk About Love (2013)
Posted: May 12, 2013 in Movies, ReviewTags: Adella Fauzi, Alya Syahrani, Anggun Priambodo, Angkasa Ramadhan, Anindya Krisna, Asian Cinema, Ayushita Nugraha, Debbie Rivinandya, Don't Talk Love, Indonesian Cinema, Jajang C Noer, Karina Salim, Khiva Iskak, Lupita Jennifer, Mouly Surya, Movies, Nicholas Saputra, Review, Tidak Bicara Cinta, Tutie Kirana, What They Don’t Talk About When They Talk About Love, Yang Tidak Dibicarakan Ketika Membicarakan Cinta
Bagaimana sesungguhnya rasa cinta itu bermula? Dari ketertarikan pandangan terhadap rupa seseorang? Deretan dialog puitis yang terdengar begitu romantis di telinga? Atau dari kemampuan mulut untuk mengolah dan memadukan kata yang ingin didengarkan oleh seseorang? Bagaimana jika mata, mulut atau telinga tidak lagi dapat berfungsi dengan sempurna untuk menghantarkan berbagai sensasi perasaan tersebut? Apakah manusia tetap mampu merasakan indahnya jatuh cinta? Problematika inilah yang ingin dijabarkan oleh Mouly Surya dalam film terbarunya, What They Don’t Talk About When They Talk About Love. Di tangan kebanyakan sutradara, premis tersebut mungkin akan berakhir sebagai sebuah kisah romansa yang manis atau menyentuh atau justru melelahkan – seperti kebanyakan kisah romansa yang hadir di industri film Indonesia belakangan ini. Namun Mouly Surya jelas bukanlah “kebanyakan sutradara”. Dengan pendekatan yang berani dan jauh dari kesan biasa – serta akan memberikan banyak ruang kepada setiap penonton untuk menginterpretasikan jalan cerita film ini, Mouly berhasil menyajikan sebuah presentasi yang tidak hanya sekedar manis atau menyentuh, namun juga kembali membuktikan bahwa dirinya adalah seorang sutradara dengan visi dan kemampuan bercerita yang begitu brilian.
Review: Kisah 3 Titik (2013)
Posted: May 8, 2013 in Movies, ReviewTags: Arswendi Nasution, Asian Cinema, Bobby Prabowo, Dimas Hary, Donny Alamsyah, Ence Bagus, Gary Iskak, Gessata, Indonesian Cinema, Ingrid Widjanarko, Kisah 3 Titik, Lola Amaria, Lukman Sardi, Maryam Supraba, Miea Kusuma, Movies, Rangga Djoned, Review, Ririn Ekawati
Lola Amaria sepertinya memiliki rasa ketertarikan yang sangat mendalam untuk mengangkat karakter-karakter yang seringkali terasa terpinggirkan dalam kehidupan keseharian masyarakat. Setelah sebelumnya mengangkat seluk-beluk kehidupan para buruh migran Indonesia di Hong Kong lewat Minggu Pagi di Victoria Park (2010) dan berbagai sisi penceritaan kaum homoseksual lewat omnibus Sanubari Jakarta (2012), film terbaru yang ia produseri, Kisah 3 Titik, berusaha untuk memberikan gambaran mengenai kehidupan para kaum pekerja dan buruh di Indonesia. Sebuah tema penceritaan yang jelas cukup rumit sekaligus sulit untuk dijabarkan secara menyeluruh hanya dalam 104 menit durasi penceritaan, namun Kisah 3 Titik setidaknya mampu menghadirkan sisi nyata kehidupan para buruh yang tidak dapat dipungkiri akan memberikan rasa miris di hati banyak penontonnya.


















